TATA IBADAH ARISAN KELUARGA
TATA IBADAH ARISAN / KUNJUNGAN KASIH OP JAGUR SIMATUPANG
MINGGU 11 JANUARI 2025
( catatan Jika ada Speaker Bluetooth boleh dikonekkan salah satu handphone lalu klik play musik untuk iringannya)
Pengantar : Sebelum kita mulai ibadah singkat kita hari ini , ibadah punguan Op Jagur maka dari pada itu mari kita teguhkan hati dan pikirian kita untuk memasuki saat teduh , silahkan berdoa dalam hati (sambil di iringi musik saat teduh.)
"saat teduh"
1. SAAT TEDUH : Klik Play - Musik iringan Saat teduh ( sambil berdoa dalam hati)
Saat teduh selesai dilanjutkan dengan bernyanyi ( Klik Play Musik untuk musiknya)
2 MARENDE :BE 435 "MAROLOPOLOP TONDINGKI" AYAT 1-2
1.Marolopolop tondingki ai naung di tobus Jesus i.
Hamu sude, bege ma i, sai las rohangku mandok i
Sonang ni tingki i, dung jumpang Jesus Tuhanki!
Tondi na mangajari au, tarbaen marlas ni ro ha au!
Sonang ni tingki i, dung jumpang Jesus Tuhanki.
2.Dihaol holong-Na rohangki, tung na so boi be mago i.
Mata-Na do manatap au, pinggol-Na tumangihon au. Sonang ni………….
3. MANJAHA HATA NI DEBATA : Mazmur 147 : 12 – 20
Dibaca secara bergantian : A dan B
A: 147:12 Megahkanlah TUHAN, hai Yerusalem, pujilah Allahmu, hai Sion!
B:147:13 Sebab Ia meneguhkan palang pintu gerbangmu, dan memberkati anak-anakmu di antaramu.
A: 147:14 Ia memberikan kesejahteraan kepada daerahmu dan mengenyangkan engkau dengan gandum yang terbaik.
B:147:15 Ia menyampaikan perintah-Nya ke bumi; dengan segera firman-Nya berlari.
A:147:16 Ia menurunkan salju seperti bulu domba dan menghamburkan embun beku seperti abu.
B:147:17 Ia melemparkan air batu seperti pecahan-pecahan. Siapakah yang tahan berdiri menghadapi dingin-Nya?
A:147:18 Ia menyampaikan firman-Nya, lalu mencairkan semuanya, Ia meniupkan angin-Nya, maka air mengalir.
B:147:19 Ia memberitakan firman-Nya kepada Yakub, ketetapan-ketetapan-Nya dan hukum-hukum-Nya kepada Israel.
A + B : 147:20 Ia tidak berbuat demikian kepada segala bangsa, dan hukum-hukum-Nya tidak mereka kenal. Haleluya!
4. Marende : HIDUP INI ADALAH KESEMPATAN
Hidup ini adalah kesempatan
Hidup ini untuk melayani Tuhan
Jangan sia siakan waktu yang Tuhan beri
Hidup ini hanya sementara
Hidup ini adalah kesempatan
Hidup ini untuk melayani Tuhan
Jangan sia siakan apa yang Tuhan b'ri
hidup ini sudah jadi berkat
Oh Tuhan pakailah hidupku
Selagi aku masih kuat
Bila saatnya nanti
Ku tak berdaya lagi
Hidup ini sudah jadi berkat
5 , Renungan Singkat : Yohanes 1 : 10 – 17
1:10 Ia telah ada di dalam dunia dan dunia dijadikan oleh-Nya, tetapi dunia tidak mengenal-Nya 1 .
1:11 Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya.
1:12 2 Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah 3 , yaitu mereka yang percaya 4 dalam nama-Nya;
1:13 orang-orang yang diperanakkan bukan dari darah atau dari daging, bukan pula secara jasmani oleh keinginan seorang laki-laki 5 , melainkan dari Allah.
1:14 Firman itu telah menjadi manusia 6 , dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.
1:15 Yohanes memberi kesaksian tentang Dia dan berseru, katanya: "Inilah Dia, yang kumaksudkan ketika aku berkata: Kemudian dari padaku akan datang Dia yang telah mendahului aku, sebab Dia telah ada sebelum aku."
1:16 Karena dari kepenuhan-Nya kita semua telah menerima kasih karunia demi kasih karunia;
1:17 sebab hukum Taurat diberikan oleh Musa, tetapi kasih karunia dan kebenaran 7 datang oleh Yesus Kristus.
1:18 Tidak seorangpun yang pernah melihat Allah; tetapi Anak Tunggal Allah, yang ada di pangkuan Bapa, Dialah yang menyatakan-Nya.
Khotbah : (Pdt. Rajiun Nababan, M.Th )
DARI KEPENUHAN-NYA KITA MENERIMA KASIH KARUNIA Saudara-saudariku yang dikasihi Tuhan Yesus Kristus! Rasul Yohanes memperlihatkan sesuatu yang sangat jujur tentang manusia, namun sekaligus sangat indah tentang Allah. Teks ini berbicara tentang dua realitas yang saling bertentangan: Penolakan manusia dan anugerah Allah. Dan kabar baiknya adalah: Anugerah Allah selalu lebih besar daripada penolakan manusia.
Yohanes memulai dengan kata-kata yang sangat menohok: “Ia telah ada di dalam dunia dan dunia dijadikan oleh-Nya, tetapi dunia tidak mengenal-Nya.” “Tidak mengenal” (οὐκ ἔγνω – ouk egnō), Menunjukkan relational knowing; mengakui, menerima, masuk dalam relasi. Bukan sekadar tidak tahu, tetapi menolak untuk mengenal. Bayangkan seseorang pulang ke rumahnya sendiri, tapi tidak ada satu pun anggota keluarga yang mengenal atau menyambut dia. Begitulah Yesus ketika datang ke dunia. Ayat berikut berkata: “Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi mereka tidak menerima-Nya.” “Menerima” (ἔλαβον – elabon); Tindakan menerima, menyambut, membuka hati.Dalam konteks iman: pengakuan dan penyelarasan hidup.
Umat Israel yang paling banyak berdoa, paling banyak membaca kitab suci justru menjadi kelompok pertama yang menolak Yesus. Ini mengingatkan kita bahwa: rajin beragama belum tentu membuka hati kepada Tuhan, hafal ayat belum tentu mengenal Tuhan, hadir di ibadah belum tentu menerima Kristus dalam hidup sehari-hari. Di tengah penolakan, Yohanes menyelipkan kabar luar biasa: “Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa menjadi anak-anak Allah.” Tuhan tidak membalas penolakan dengan kemarahan. Tuhan justru membalasnya dengan penerimaan. Yesus berkata: “Jika kamu menerima Aku, Aku akan menjadikan kamu anak Allah.” “Kuasa” (ἐξουσία – exousia); artinya hak istimewa, status sah menjadi bagian dari keluarga Allah. Ayat 14 adalah puncak dari seluruh prolog Yohanes: “Menjadi manusia” (σὰρξ ἐγένετο – sarx egeneto) Kunci anti-gnostik: Yesus sungguh menjadi manusia, bukan ilusi. “Firman itu telah menjadi manusia dan tinggal di antara kita.” Inilah inti iman Kristen: Allah tidak menunggu kita naik ke surga. Allah tidak meminta kita mencapai standar tertentu dahulu.
Allah justru turun menjadi manusia. Yesus bukan Allah yang jauh. Ia adalah Allah yang berjalan bersama. Yohanes berkata: “Kita telah melihat kemuliaan-Nya penuh kasih karunia dan kebenaran.” Yesus penuh kebenaran Ia tidak kompromi dengan dosa. Namun Ia juga penuh kasih karunia Ia tidak menghukum yang jatuh, tetapi memulihkan. “Kasih karunia demi kasih karunia” (χάριν ἀντὶ χάριτος) Aliran anugerah yang terus-menerus “grace upon grace”. Saudara-saudara, Yohanes 1:10–17 menyampaikan tiga kebenaran besar: 1. Dunia bisa menolak Yesus, tetapi Yesus tidak pernah menolak dunia. 2. Kita menjadi anak Allah bukan karena kemampuan, tetapi karena anugerah-Nya. 3. Yesus datang membawa anugerah yang tidak akan pernah habis. Jadilah terang dalam hidupku. Penuhi aku dengan anugerah-Mu yang tidak pernah habis.” Amin.
6 Bernyanyi/Marende: BN HKBP 453 : 1 - 3 " NAMA YESUS YANG TERINDAH
1.Nama Yesus yang terindah, di atas segala-Ny
Nama Tuhan Yesus Kristus, yang terindah di dunia
Indahlah nama-Nya, Jurus’lamat dunia
Indahlah nama-Nya, ‘kunyanyikan s’lamanya
2.Jiwaku disembuhkan-Nya, bahagia hatiku
Nama itulah senjata menghadapi seteru
Indahlah nama-Nya, Jurus’lamat dunia
Indahlah nama-Nya, ‘kunyanyikan s’lamanya
3.Nama Yesus Jurus’lamat, aku dibebaskan-Nya
Segala belenggu setan pasti diremukkan-Nya
Indahlah nama-Nya, Jurus’lamat dunia
Indahlah nama-Nya, ‘kunyanyikan s’lamanya
7 . Doa Syafaat : ( yang terpilih )..........
8. Marende /Papungu Pelean : KJ 403 Hujan Berkat 'Kan Tercurah
1. Hujan berkat 'kan tercurah, itulah janji kudus:
hidup segar dari sorga 'kan diberi Penebus.
Reff:
Hujan berkatMu itu yang kami perlu:
Sudah menetes berkatMu, biar tercurah penuh!
2. Hujan berkat 'kan tercurah, hidup kembali segar.
Di atas bukit dan lurah bunyi derai terdengar.
Reff:
Hujan berkatMu itu yang kami perlu:
Sudah menetes berkatMu, biar tercurah penuh!
3. Hujan berkat 'kan tercurah. Kini kami berseru,
"B'rilah dengan limpah ruah, agar genap sabdaMu!"
Reff:
Hujan berkatMu itu yang kami perlu:
Sudah menetes berkatMu, biar tercurah penuh!
Doa Penutup ( Doa Bapa Kami / Ale amanami )
Ale Amanami na di banuaginjang.
Sai pinarbadia ma goarMu
Sai ro ma harajaonMu
Sai saut ma lomo ni rohaM
Di banuatonga on, songon na di banuaginjang.
Lehon ma tu hami sadarion hangoluan siapari.
Sesa ma dosanami
Songon panesanami, di dosa ni dongan na mardosa tu hami
Unang hami togihon tu pangunjunan
Palua ma hami sian pangago
Ai Ho do nampuna harajaon,
dohot hagogoon ro di hasangapon
saleleng ni lelengna.
Amen.
TATA IBADAH ARISAN / KUNJUNGAN KASIH OP JAGUR SIMATUPANG
MINGGU 9 NOVEMBER 2025
( catatan Jika ada Speaker Bluetooth boleh dikonekkan salah satu handphone lalu klik play musik untuk iringannya)
Pengantar : Sebelum kita mulai ibadah singkat kita hari ini , ibadah punguan Op Jagur maka dari pada itu mari kita teguhkan hati dan pikirian kita untuk memasuki saat teduh , silahkan berdoa dalam hati sambil di iringi musik saat teduh.
DOA PEMBUKAAN dalam bentuk "saat teduh"
1. SAAT TEDUH : Klik Play - Musik iringan Saat teduh ( sambil berdoa dalam hati)
Saat teduh selesai dilanjutkan dengan bernyanyi ( Klik Play Musik untuk musiknya)
2 MARENDE :MUjizat itu Nyata
Tak terbatas kuasaMu Tuhan
Semua dapat Kau lakukan
Apa yang kelihatan mustahil bagiku
Itu sangat mungkin bagiMu
Tak terbatas kuasaMu Tuhan
Semua dapat Kau lakukan
Apa yang kelihatan mustahil bagiku
Itu sangat mungkin bagiMu
reff:
Di saat ku tak berdaya
KuasaMu yang sempurna
Ketika ku percaya
Mujizat itu nyata
Bukan karna kekuatan
Namun rohMu ya Tuhan
Ketika ku berdoa
Mujizat itu nyata
Tak terbatas kuasaMu Tuhan
Semua dapat Kau lakukan
Apa yang kelihatan mustahil bagiku
Itu sangat mungkin bagiMu
reff:
Di saat ku tak berdaya
KuasaMu yang sempurna
Ketika ku percaya
Mujizat itu nyata
Bukan karna kekuatan
Namun rohMu ya Tuhan
Ketika ku berdoa
Mujizat itu nyata
Di saat ku tak berdaya
KuasaMu yang sempurna
Ketika ku percaya
Mujizat itu nyata
Bukan karna kekuatan
Namun rohMu ya Tuhan
Ketika ku berdoa
Mujizat itu nyata
Ketika ku berdoa
Mujizat itu nyata
Ketika ku berdoa
Mujizat.... itu.. nyata
3. MANJAHA HATA NI DEBATA : 3 Musa 19 : 9-18
Dibaca secara bergantian :
A: 9.Molo digotil hamu parbue ni tanomuna, ndang jadi suda gotilonmu duru ni haumamu jala ndang jadi jomputonmuna na marpisikpisik di panabianmuna.
B :10. Parbue ni hau anggurmu pe ndang suda gotilonmu, jala unang pola papungupungu parbue na marpisikpisik di porlak anggurmu; ingkon pasombuonmu do i di halak na pogos dohot di halak dagang, ai Ahu do Jahowa, Debatamuna i!
A:11.Ndang jadi hamu manangko, jala ndang jadi hamu margabus, jala ndang jadi hamu masipaotootoan.
B;12.Jala ndang jadi hamu manolon na tutu marhitehite Goarhu, asa unang marlea bahenonmu Goar ni Debatam, ai Ahu do Jahowa.
A;13.Ndang jadi rupaonmu donganmu manang doboonmu ugasanna, jala ndang jadi pogoonmu upa ni halak pangula, pola sahat ro di manogot.
B;14.Ndang jadi buraanmu halak na nengel jala ndang jadi bahenonmu partuktuhan di jolo ni halak na mapitung, ingkon habiaranmu do Debatamu, ai Ahu do Jahowa.
A;15.Ndang jadi papeolonmu uhum di paruhuman, ndang jadi hamu marnidanida bohi, palea halak na pogos, pasangap halak na sangap, ingkon marhite sian hatigoran uhumonmu donganmu.
B;16.Ndang jadi ho mangalap manaruhon hata mangkata donganmu sabangso, jala ndang jadi ho hehe manindangi dompak mudar ni donganmu, ai Ahu do Jahowa.
A;17.Ndang jadi hosomonmu donganmu di bagasan roham, alai ingkon marsipaingot ho tu donganmu, asa unang manean dosa ho ala ibana.
Bersama-sama
A+B :18.Ndang jadi baloshononmu na jahat, jala ndang jadi marsunisunian roham tu anak ni bangsom, ingkon haholonganmu donganmu jolma songon dirim, ai Ahu do Jahowa.
4. Marende : BE HKBP 239 : 1 - 3 " BINSAN RO ASI NI ROHA
INTRO......
1.Binsan ro asi ni roha ni Tuhanta i di ho
Alo ma dirim paboa jora situtu do ho
3. Sai tundali nasa jea sai tahopi Debata
Tanda na tutu porsea ho di Tuhan Debata
3. Ia dalan hangoluan Na gogot tutu do i
Unang ho marhamaluan Tagam nasa musumi
5 , Renungan Singkat : Yudas 1 : 17 – 23
17 Tetapi kamu, saudara-saudaraku yang kekasih, ingatlah akan apa yang dahulu telah dikatakan kepada kamu oleh rasul-rasul Tuhan kita, Yesus Kristus.
18 Sebab mereka telah mengatakan kepada kamu: "Menjelang akhir zaman akan tampil pengejek-pengejek yang akan hidup menuruti hawa nafsu kefasikan mereka."
19 Mereka adalah pemecah belah yang dikuasai hanya oleh keinginan-keinginan dunia ini dan yang hidup tanpa Roh Kudus.
20 Akan tetapi kamu, saudara-saudaraku yang kekasih, bangunlah dirimu sendiri di atas dasar imanmu yang paling suci dan berdoalah dalam Roh Kudus.
21 Peliharalah dirimu demikian dalam kasih Allah sambil menantikan rahmat Tuhan kita, Yesus Kristus, untuk hidup yang kekal.
22 Tunjukkanlah belas kasihan kepada mereka yang ragu-ragu,
23 selamatkanlah mereka dengan jalan merampas mereka dari api. Tetapi tunjukkanlah belas kasihan yang disertai ketakutan kepada orang-orang lain juga, dan bencilah pakaian mereka yang dicemarkan oleh keinginan-keinginan dosa.
Oleh : (Pdt. Rependi Sianturi, M.Th)
MEMELIHARA DIRI DALAM KASIH ALLAH
Surat Yudas ini disampaikan kepada orang-orang percaya yang disapa dengan “saudara-saudaraku yang kekasih”. Betapa pentingnya untuk senantiasa mengasihi sesama kita, khususnya saudara-saudara yang seiman. Kepedulian terhadap orangorang yang percaya, maka surat ini dituliskan agar mereka tidak menjadi terpengaruh oleh ajaran dari guru-guru palsu yang tidak mengajarkan tentang Yesus Kristus yang diutus Tuhan untuk menebus dosa-dosa manusia.
Guru-guru palsu itu dengan kelihaiannya dapat saja mempengaruhi pikiran dan pandangan mereka yang mendengarnya sehingga meninggalkan hal-hal yang baik dan benar sebelumnya. Kita bersyukur telah dapat memiliki Alkitab dengan mudah. Dengan demikian kita dapat membaca dan menghidupinya setiap hari. Ada berbagai fasilitas yang dapat kita gunakan untuk semakin memahami makna yang tertulis di dalam teks tersebut. Namun, dikatakan bahwa “menjelang akhir zaman akan tampil pengejek-pengejek”.
Pengejek-pengejek ini akan hidup menuruti hawa nafsu kefasikan. Mereka dikuasai oleh keinginan dunia ini. Pengejek-pengejek ini mesti diwaspadai oleh setiap orang yang percaya atau yang disebut sebagai “orang-orang kudus”.
Pengejek-pengejek itu hidup dalam kecemaran karena hidup menurut hawa nafsunya. Sobat Pelita yang terkasih dalam Yesus Kristus, kebiasaan yang baik bisa saja menjadi rusak karena pergaulan yang tidak baik. Ketika kita terbiasa dengan hal-hal yang buruk, maka tidak tertutup kemungkinan kita menganggap hal yang buruk tersebut menjadi sesuatu yang normal dan wajar untuk dilakukan.
Tampilnya para pengejek tersebut yang menyalahgunakan kasih karunia Allah dapat saja mempengaruhi orang-orang yang bergaul dengannya. Memilih pergaulan yang baik merupakan salah satu langkah yang baik agar kita tetap dapat memelihara kebiasaan yang baik yang telah dijalani selama ini.
Memelihara diri dalam kasih Allah merupakan suatu kewajiban sambil menantikan rahmat Tuhan kita, Yesus Kristus untuk hidup yang kekal. Mahkota kehidupan akan diberikan kepada mereka yang setia kepada Yesus Kristus sampai akhir hidup mereka.
Demikian juga kita harus berbelas kasihan kepada mereka yang dicemarkan oleh keinginan-keinginan dosa. Ambillah langkah untuk menolong mereka dengan pertolongan Roh Kudus. Bersedialah senantiasa memberitakan Injil kepada mereka
6 Bernyanyi/Marende: BN HKBP 453 : 1 - 3 " NAMA YESUS YANG TERINDAH
1.Nama Yesus yang terindah, di atas segala-Ny
Nama Tuhan Yesus Kristus, yang terindah di dunia
Indahlah nama-Nya, Jurus’lamat dunia
Indahlah nama-Nya, ‘kunyanyikan s’lamanya
2.Jiwaku disembuhkan-Nya, bahagia hatiku
Nama itulah senjata menghadapi seteru
Indahlah nama-Nya, Jurus’lamat dunia
Indahlah nama-Nya, ‘kunyanyikan s’lamanya
3.Nama Yesus Jurus’lamat, aku dibebaskan-Nya
Segala belenggu setan pasti diremukkan-Nya
Indahlah nama-Nya, Jurus’lamat dunia
Indahlah nama-Nya, ‘kunyanyikan s’lamanya
7 . Doa Syafaat : ( yang terpilih )..........
8. Marende /Papungu Pelean : KJ 403 Hujan Berkat 'Kan Tercurah
1. Hujan berkat 'kan tercurah, itulah janji kudus:
hidup segar dari sorga 'kan diberi Penebus.
Reff:
Hujan berkatMu itu yang kami perlu:
Sudah menetes berkatMu, biar tercurah penuh!
2. Hujan berkat 'kan tercurah, hidup kembali segar.
Di atas bukit dan lurah bunyi derai terdengar.
Reff:
Hujan berkatMu itu yang kami perlu:
Sudah menetes berkatMu, biar tercurah penuh!
3. Hujan berkat 'kan tercurah. Kini kami berseru,
"B'rilah dengan limpah ruah, agar genap sabdaMu!"
Reff:
Hujan berkatMu itu yang kami perlu:
Sudah menetes berkatMu, biar tercurah penuh!
Doa Penutup ( Doa Bapa Kami / Ale amanami )
Ale Amanami na di banuaginjang.
Sai pinarbadia ma goarMu
Sai ro ma harajaonMu
Sai saut ma lomo ni rohaM
Di banuatonga on, songon na di banuaginjang.
Lehon ma tu hami sadarion hangoluan siapari.
Sesa ma dosanami
Songon panesanami, di dosa ni dongan na mardosa tu hami
Unang hami togihon tu pangunjunan
Palua ma hami sian pangago
Ai Ho do nampuna harajaon,
dohot hagogoon ro di hasangapon
saleleng ni lelengna.
Amen.
TATA IBADAH ARISAN / KUNJUNGAN KASIH OP JAGUR SIMATUPANG
MINGGU 12 OKTOBER 2025
( catatan Jika ada Speaker Bluetooth boleh dikonekkan salah satu handphone lalu klik play musik untuk iringannya)
1.PEMBUKAAN
P : Horas ma di hita saluhutna! Hamu angka dongan sahaporseaon. Manongtong ma hita mamuji jala mandok mauliate tu Debata. Godang ma tongon asi ni roha dohot denggan basaNa sahat tu hita. Dilehon do partingkian dohot inganan di hita laho marpungu sadari on. Dilehon do nang hahipason umbahen tarbahen hita pajumpang di bagasan las ni roha. Sai asi ni roha dohot dame na sian Tuhanta ma mangaramoti parpunguanta on, jala holong ni rohaNa ma mangarahuti hita marsaor di bagasan las ni roha. Antong tapuji ma Debata na sangap na marmulia i. Masuk ma hita tu acara saat teduh
2. SAAT TEDUH
Klik Play - Musik iringan Saat teduh
DOA PEMBUKAAN : Pembawa acara
3 MARENDE :KJ 440 : 1 - 3
1. Di badai topan dunia Tuhanlah Perlindunganmu;kendati goncang semesta, Tuhanlah Perlindunganmu!
Reff:Ya, Yesus Gunung Batu di dunia, di dunia, di dunia;Ya, Yesus Gunung Batu di dunia, tempat berlindung yang teguh.
2. Baik siang maupun malam g'lap, Tuhanlah Perlindunganmu;niscaya takutmu lenyap, Tuhanlah perlindunganmu!
Reff:Ya, Yesus Gunung Batu di dunia, di dunia, di dunia;Ya, Yesus Gunung Batu di dunia, tempat berlindung yang teguh.
3. Dan biar badai menyerang, Tuhanlah Perlindunganmu;padaNya kau tetap tent'ram, Tuhanlah Perlindunganmu!
Reff:Ya, Yesus Gunung Batu di dunia, di dunia, di dunia;Ya, Yesus Gunung Batu di dunia, tempat berlindung yang teguh.
3. MANJAHA HATA NI DEBATA / MEMBACA INJIL :
P : 6:11 Tetapi engkau hai manusia Allah, h jauhilah semuanya itu, kejarlah keadilan, ibadah, i kesetiaan, kasih, j kesabaran dan kelembutan.
J:6:12 Bertandinglah dalam pertandingan k iman yang benar 1 dan rebutlah l hidup yang kekal. m Untuk itulah engkau telah dipanggil dan telah engkau ikrarkan ikrar n yang benar di depan banyak saksi.
P: 6:13 Di hadapan Allah yang memberikan hidup kepada segala sesuatu dan di hadapan Kristus Yesus yang telah mengikrarkan ikrar o yang benar itu juga di muka Pontius Pilatus, p kuserukan kepadamu: q
J:6:14 Turutilah perintah ini, dengan tidak bercacat dan tidak bercela, r hingga pada saat Tuhan kita Yesus Kristus s menyatakan diri-Nya 2 ,
P:6:15 yaitu saat t yang akan ditentukan oleh Penguasa u yang satu-satunya dan yang penuh bahagia, v Raja di atas segala raja dan Tuan di atas segala tuan. w
J : 6:16 Dialah satu-satunya yang tidak takluk kepada maut 3 , x bersemayam dalam terang y yang tak terhampiri. Seorangpun tak pernah melihat Dia dan memang manusia tidak dapat melihat z Dia. Bagi-Nyalah hormat dan kuasa yang kekal! Amin
4. Marende : BE 474 1-3
Ingkon Jesus do donganku, sahalakku lilu do.
Raphon Jesus boi au monang, talu musu i na ro.
reff : Ndang mabiar au disi, Tuhan Jesus donganki,
Sai ihuthononku Jesus, oloanhu nama i.
Ingkon Jesus do donganku, molo marsitaonon au.
Tu Ibana hutinggangkon, nasa na pasorat au.
reff:......
Ingkon Jesus do donganku, molo na tarunjun au.
Tuhan Jesus do parmonang, dipamonang dohot au
reff : ......
5 , Renungan Singkat : Habakuk 1:1-17
1:12 Bukankah Engkau, ya TUHAN, dari dahulu 4 Allahku, Yang Mahakudus? Tidak akan mati kami. Ya TUHAN, telah Kautetapkan dia untuk menghukumkan; ya Gunung Batu, telah Kautentukan dia untuk menyiksa.
1:13 Mata-Mu terlalu suci 5 untuk melihat kejahatan dan Engkau tidak dapat memandang kelaliman. Mengapa Engkau memandangi orang-orang yang berbuat khianat itu dan Engkau berdiam diri, apabila orang fasik menelan orang yang lebih benar dari dia?
1:14 Engkau menjadikan manusia itu seperti ikan di laut, seperti binatang-binatang melata yang tidak ada pemerintahnya?
1:15 Semuanya mereka ditariknya ke atas dengan kail, ditangkap dengan pukatnya dan dikumpulkan dengan payangnya; itulah sebabnya ia bersukaria dan bersorak-sorai.
1:16 Itulah sebabnya dipersembahkannya korban untuk pukatnya dan dibakarnya korban untuk payangnya; sebab oleh karena alat-alat itu pendapatannya mewah dan rezekinya berlimpah-limpah.
1:17 Sebab itukah ia selalu menghunus pedangnya dan membunuh bangsa-bangsa dengan tidak kenal belas kasihan?
Hidup yang Penuh dengan Pertanyaan
Hidup yang kita jalani ini penuh dengan berbagai pertanyaan. Kadang kala kita dapat menemukan jawabannya, namun lebih sering pertanyaan tersebut tidak kita temukan jawabannya. Karena itu, kita mengeluh atas pertanyaan yang tanpa jawaban itu.
Nabi Habakuk juga mengalami hal yang sama. Pertanyaan yang muncul dalam benaknya adalah "Mengapa Tuhan sering terlihat berbeda dalam menghadapi kejahatan? Di manakah keadilan Tuhan?" Dalam keluhannya yang kedua kepada Tuhan, Habakuk mempertanyakan, "Mengapa Tuhan harus menggunakan bangsa Babel untuk menghukum Yehuda? Mengapa Tuhan harus menggunakan bangsa yang lebih jahat dari Yehuda?" (13-14). Bangsa Babel bertindak dengan kejam dan tanpa belas kasihan terhadap bangsa-bangsa yang ditaklukkannya (17). Dalam perspektif sang nabi, sulit sekali baginya untuk melihat mengapa Allah mengizinkan hal ini terjadi dalam kehidupan umat pilihan-Nya, yang menurutnya lebih baik dari bangsa Babel yang keji itu.
Dalam perspektif kita sebagai umat Allah saat ini, kita dapat melihat bahwa Allah berdaulat untuk segala hal yang terjadi. Tidak ada satu hal apa pun yang terlepas dari kendali-Nya.
Bangsa Babel dipakai oleh Allah untuk menolong umat pilihan ini kembali kepada-Nya. Bagaimana seluruh praktik kehidupan mereka yang telah menyimpang dikoreksi melalui pembuangan ke Babel.
Seperti kehidupan sang nabi, kita juga pasti pernah mengalami kehidupan yang penuh dengan pertanyaan-pertanyaan yang tidak terjawab. Kita datang kepada Allah di dalam doa. Kita mengeluh kepada-Nya, namun seolah-olah Dia diam. Kita melihat kesewenang-wenangan terjadi dan keadilan seolah-olah lenyap dari bumi, tetapi Tuhan tidak bertindak sama sekali.
Namun, dalam keterbatasan dan pergumulan terhadap pertanyaan-pertanyaan yang tak terjawab itu, kita bisa datang kepada Allah. Dari misteri kehidupan, kita dapat belajar untuk menggapai Tuhan dengan keyakinan bahwa Dia adalah Allah sumber jawaban yang berdaulat dalam kehidupan kita, umat pilihan-Nya.
Refleksi
Bagi jemaat masa kini, teks ini mengajarkan bahwa iman yang sejati bukanlah iman yang tanpa pertanyaan, melainkan iman yang berani bergumul di hadapan realitas hidup. Habakuk tidak menutupi kegelisahannya, tetapi ia tetap datang kepada Allah dengan doa yang jujur. Dalam dunia yang penuh ketidakadilan, peperangan, eksploitasi ekonomi, dan penderitaan sosial, orang percaya juga sering merasa seolah Allah membiarkan kejahatan merajalela. Namun, seperti Habakuk, kita dipanggil untuk tetap berpegang pada pengakuan iman bahwa Allah adalah Mahakudus dan Maha Tahu. Dengan demikian, doa kita pun boleh berisi pertanyaan, tetapi harus berujung pada penyerahan diri kepada kehendak Allah.
Pesan teologis dari Habakuk 1:12-17 adalah bahwa Allah tetap berdaulat atas sejarah meskipun jalan-Nya tidak selalu dapat dimengerti manusia. Kita diajak untuk percaya bahwa Allah yang kudus tidak pernah berkompromi dengan kejahatan, meskipun untuk sementara waktu tampaknya kejahatan berkuasa. Keyakinan ini menolong umat masa kini agar tidak terjebak dalam keputusasaan ketika melihat dunia yang penuh dengan kekacauan moral, sosial, dan politik. Justru dalam ketidakpastian sejarah, iman kita ditempa untuk tetap teguh kepada Allah yang kekal dan Mahakudus. Maka dari itu, teks ini menjadi ajakan untuk menaruh pengharapan penuh kepada Allah yang Maha Tahu, yang pada akhirnya akan menyatakan keadilan-Nya
6 Bernyanyi/Marende: Bagaikan Bejana (Kumau seperti mu Yesus)
Bagaikan bejana siap dibentuk
Demikian hidupku di tanganMu
Dengan urapan kuasa RohMu
Ku dibaharui selalu
Jadikanku alat dalam rumahMu
Inilah hidupku di tanganMu
Bentuklah s'turut kehendakMu
Pakailah sesuai rencanaMu
Reff :
Ku mau s'pertiMu Yesus
Disempurnakan s'lalu
Dalam setiap jalanku
Memuliakan namaMu
Ku mau s'pertiMu Yesus
Disempurnakan s'lalu
Dalam setiap jalanku
Memuliakan namaMu
Memuliakan namaMu
Memuliakan namaMu
7 . Doa Syafaat :
8. Marende /Papungu Pelean : DENGAR DI PANGGIL NAMA SAYA
Dengar Dia panggil nama saya
dengar Dia panggil namamu
dengar Dia panggil nama saya
juga Dia panggil namamu
kujawab ya ya ya
kujawab ya ya ya
kujawab ya Tuhan
kujawab ya Tuhan
kujawab ya ya ya
oh giranglah oh giranglah
Tuhan Yesus amat cinta pada saya
oh giranglah
INTRO :
Dengar Dia panggil nama saya
dengar Dia panggil namamu
dengar Dia panggil nama saya
juga Dia panggil namamu
kujawab ya ya ya
kujawab ya ya ya
kujawab ya Tuhan
kujawab ya Tuhan
kujawab ya ya ya
oh giranglah oh giranglah
Tuhan Yesus amat cinta pada saya
oh giranglah
Tuhan Yesus amat cinta pada saya
oh giranglah
Doa Penutup ( Doa Bapa Kami / Ale amanami )
Ale Amanami na di banuaginjang.
Sai pinarbadia ma goarMu
Sai ro ma harajaonMu
Sai saut ma lomo ni rohaM
Di banuatonga on, songon na di banuaginjang.
Lehon ma tu hami sadarion hangoluan siapari.
Sesa ma dosanami
Songon panesanami, di dosa ni dongan na mardosa tu hami
Unang hami togihon tu pangunjunan
Palua ma hami sian pangago
Ai Ho do nampuna harajaon,
dohot hagogoon ro di hasangapon
saleleng ni lelengna.
Amen.
TATA IBADAH ARISAN / KUNJUNGAN KASIH OP JAGUR SIMATUPANG
MINGGU 14 SEPTEMBER 2025
( catatan Jika ada Speaker Bluetooth boleh dikonekkan salah satu handphone lalu klik play musik untuk iringannya)
1. PEMBUKAAN
P : Horas ma di hita saluhutna! Hamu angka dongan sahaporseaon. Manongtong ma hita mamuji jala mandok mauliate tu Debata. Godang ma tongon asi ni roha dohot dengganbasaNa sahat tu hita. Dilehon do partingkian dohot inganan di hita laho marpungu sadari on. Dilehon do nang hahipason umbahen tarbahen hita pajumpang di bagasan las ni roha. Sai asi ni roha dohot dame na sian Tuhanta ma mangaramoti parpunguanta on, jala holong ni rohaNa ma mangarahuti hita marsaor di bagasan las ni roha. Antong tapuji ma Debata na sangap na marmulia i. MARTANGIANG MA HITA.
DOA PEMBUKAAN : PROTOKOL- (AGENDA)-MC
2. MARENDE :HIDUP INI ADALAH KESEMPATAN
Hidup ini adalah kesempatan
Hidup ini untuk melayani Tuhan
Jangan sia siakan waktu yang Tuhan beri
Hidup ini hanya sementara
Hidup ini adalah kesempatan
Hidup ini untuk melayani Tuhan
Jangan sia siakan apa yang Tuhan b'ri
hidup ini sudah jadi berkat
Oh Tuhan pakailah hidupku
Selagi aku masih kuat
Bila saatnya nanti
Ku tak berdaya lagi
Hidup ini sudah jadi berkat
Hidup ini adalah kesempatan
Hidup ini untuk melayani Tuhan
Jangan sia siakan apa yang Tuhan b'ri
hidup ini sudah jadi berkat
Oh Tuhan pakailah hidupku
Selagi aku masih kuat
Bila saatnya nanti
Ku tak berdaya lagi
Hidup ini sudah jadi berkat
Oh Tuhan pakailah hidupku
Selagi aku masih kuat
Bila saatnya nanti
Ku tak berdaya lagi
Hidup ini sudah jadi berkat
Bila saatnya nanti
Ku tak berdaya lagi
Hidup ini sudah jadi berkat
3. MANJAHA HATA NI DEBATA / MEMBACA INJIL :
5:13 "Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang.
5:14 Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi.
5:15 Lagipula orang tidak menyalakan pelita lalu meletakkannya di bawah gantang, melainkan di atas kaki dian sehingga menerangi semua orang di dalam rumah itu.
5:16 Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga."
4. Marende : BE 435 "MAROLOPOLOP TONDINGKI" AYAT 1-2
1.Marolopolop tondingki ai naung di tobus Jesus i.
Hamu sude, bege ma i, sai las rohangku mandok i
Sonang ni tingki i, dung jumpang Jesus Tuhanki!
Tondi na mangajari au, tarbaen marlas ni ro ha au!
Sonang ni tingki i, dung jumpang Jesus Tuhanki.
2.Dihaol holong-Na rohangki, tung na so boi be mago i.
Mata-Na do manatap au, pinggol-Na tumangihon au. Sonang ni………….
5 , Renungan Singkat : Amsal 10:22
Amsal 10 : 22 = “Berkat TUHANIah yang menjadikan kaya, susah payah tidak akan menambahinya.”
Ayat ini mengajarkan kepada kita bahwa kesuksesan sejati tidak hanya bergantung pada usaha kita, tetapi juga pada campur tangan Tuhan. Tanpa perkenanan Tuhan, segala jerih payah kita akan sia-sia.
Jadi bagi orang percaya, hal pertama yang dibutuhkan dalam meraih kesuksesan adalah campur tangan Tuhan, bukan hal-hal lainnya yang berkaitan dengan kemampuan manusiawi kita. Oleh karena itu, kita harus selalu mengandalkan Tuhan dalam segala aspek hidup kita, termasuk dalam mengejar kesuksesan.
Kita harus percaya bahwa Tuhan akan memberikan kita berkat-berkat yang kita butuhkan untuk mencapai kesuksesan.
Ayat ini mengajarkan kepada kita bahwa takut akan Tuhan adalah kunci untuk mencapai kesuksesan sejati. Takut akan Tuhan berarti mengasihi Tuhan dan membenci dosa. Orang yang takut akan Tuhan akan hidup dalam kebenaran dan keadilan. Dia akan menghindari perbuatan-perbuatan yang jahat dan merugikan orang lain.
Bagaimana Kita Bisa Tetap Menjadi Berkat di Tengah Keadaan Berat?
1. Tetaplah Fokus pada Tuhan. Ketika hidup terasa berat, jangan fokus pada masalah, tetapi arahkan pandangan kepada Tuhan. Ia berjanji tidak akan meninggalkan kita (Ibrani 13:5).
2. Berbuat Baik dalam Kesulitan. Jangan biarkan kesulitan membuat kita menjadi pribadi yang pahit. Sebaliknya, tetaplah melakukan kebaikan. Seperti Paulus dan Silas yang tetap bersaksi meskipun dalam penjara.
3. Berharap pada Janji Tuhan. Roma 8:28 mengingatkan kita bahwa Tuhan bisa memakai segala sesuatu, termasuk penderitaan, untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi-Nya.
Kesulitan bukanlah akhir dari segalanya. Justru, melalui kesulitan, Tuhan membentuk kita dan memakai kita untuk menjadi berkat bagi orang lain. Mari kita belajar dari Rasul Paulus yang tetap berpegang teguh pada iman, meskipun menghadapi banyak penderitaan.
Hikmat Hari Ini:
“Ketika kita percaya bahwa Tuhan selalu menyertai kita, maka tidak ada keadaan yang terlalu berat untuk dihadapi.”
Tuhan Yesus Memberkati. Amin
6 Bernyanyi/Marende: KJ 403 Hujan Berkat 'Kan Tercurah
1. Hujan berkat 'kan tercurah, itulah janji kudus:
hidup segar dari sorga 'kan diberi Penebus.
Reff:
Hujan berkatMu itu yang kami perlu:
Sudah menetes berkatMu, biar tercurah penuh!
2. Hujan berkat 'kan tercurah, hidup kembali segar.
Di atas bukit dan lurah bunyi derai terdengar.
Reff:
Hujan berkatMu itu yang kami perlu:
Sudah menetes berkatMu, biar tercurah penuh!
3. Hujan berkat 'kan tercurah. Kini kami berseru,
"B'rilah dengan limpah ruah, agar genap sabdaMu!"
Reff:
Hujan berkatMu itu yang kami perlu:
Sudah menetes berkatMu, biar tercurah penuh!
7 . Doa Syafaat :
8. Marende /Papungu Pelean : Aku Diberkati
Aku diberkati
sepanjang hidupku
diberkati
Bila waktu pagi hari
siang berganti malam
aku diberkati
2X
Kakek-Kakek Nenek-Nenek
Tante Tante Om om
Pemudanya Pemudinya
Semuanya diberkati Tuhan
Aku diberkati
sepanjang hidupku
diberkati
Bila waktu pagi hari
siang berganti malam
aku diberkati
Kakek-Kakek Nenek-Nenek
Tante Tante Om om
Pemudanya Pemudinya
Semuanya diberkati Tuhan
Aku diberkati
sepanjang hidupku
diberkati
Bila waktu pagi hari
siang berganti malam
aku diberkati
Aku diberkati
sepanjang hidupku
diberkati
Bila waktu pagi hari
siang berganti malam
aku diberkati
Kakek-Kakek Nenek-Nenek
Tante Tante Om om
Pemudanya Pemudinya
Semuanya diberkati Tuhan
Aku diberkati
sepanjang hidupku
diberkati
Bila waktu pagi hari
siang berganti malam
aku diberkati
Bila waktu pagi hari
siang berganti malam
aku diberkati
Doa Penutup ( Doa Bapa Kami / Ale amanami )
Ale Amanami na di banuaginjang.
Sai pinarbadia ma goarMu
Sai ro ma harajaonMu
Sai saut ma lomo ni rohaM
Di banuatonga on, songon na di banuaginjang.
Lehon ma tu hami sadarion hangoluan siapari.
Sesa ma dosanami
Songon panesanami, di dosa ni dongan na mardosa tu hami
Unang hami togihon tu pangunjunan
Palua ma hami sian pangago
Ai Ho do nampuna harajaon,
dohot hagogoon ro di hasangapon
saleleng ni lelengna.
Amen.
TATA IBADAH ARISAN / KELUARGA OP.JAGUR SIMATUPANG
Minggu 9 08 2025
PEMBUKAAN
P : Horas ma di hita saluhutna! Hamu angka dongan sahaporseaon. Manongtong ma hita mamuji jala mandok mauliate tu Debata. Godang ma tongon asi ni roha dohot dengganbasaNa sahat tu hita. Dilehon do partingkian dohot inganan di hita laho marpungu sadari on. Dilehon do nang hahipason umbahen tarbahen hita pajumpang di bagasan las ni roha. Sai asi ni roha dohot dame na sian Tuhanta ma mangaramoti parpunguanta on, jala holong ni rohaNa ma mangarahuti hita marsaor di bagasan las ni roha. Antong tapuji ma Debata na sangap na marmulia i. Marende ma hita
MARENDE :
Mangendehon Buku Ende 753 Di Pardalanan Jesus Di Jolonghu
Dipardalanan Jesus dijolongku. Holong ni tanganMi manogu au
Nang di ngoluku Ho do sombaongku. Tung sonang mardalan raphon au.
Huboto do tangkas pangouonMu. Diiringiring Ho do langkangki
Sahat ro di ujung ni pardalanku. Togu ma au jonok tu lambungMi,
MANJAHA HATA NI DEBATA (MATEUS 5:2-12)
Par Agenda : Dung i marsoara ma Ibana mangajari nasida, ninna ma: Martua ma na pogos tondi, ai di nasida do harajaon banua ginjang i!
Anggota Punguan : Martua ma na marsak roha, ai siapulon do nasida!
Par Agenda : Martua ma na lambok roha, ai teanonnasida do tano on!
Anggota Punguan : Martua ma na mauas male mida hatigoran, ai sipabosuron do nasida!
Par Agenda : Martua ma na asi roha, ai siasian do nasida!
Anggota Punguan : Martua ma parroha na ias, ai idaonasida do Debata!
Par Agenda : Martua ma sibahen dame, ai goaron do nasida anak ni Debata!
Anggota Punguan : Martua ma na pinaburuburu ni halak ala ni hatigoran, ai di nasida do harajaon banua ginjang i!
Par Agenda : Martua ma hamu, molo diinsahi halak hamu manang dipaburuburu manang dipatubutubu ragam ni hata na roa, na so tutu, dompak hamu ala ni Ahu! Las ma rohamuna jala marolopolop, ai godang do umpamuna di banua ginjang i, ai songon i do dipaburuburu angka panurirang na jumolo sian hamu.I ma sahatna! Martua ma na tumangihon jala mangulahonsa. Amen!
Bernyanyi :
Kusiapkan hatiku Tuhan
Tuk dengar FirmanMu saat ini
Ku sujud menyembahMu Tuhan
Dalam hadiratMu saat ini
Curahkan urapanMu Tuhan
Bagi jemaatMu saat ini
Kusiapkan hatiku Tuhan
Tuk dengar FirmanMu
reff:
FirmanMu Tuhan tiada berubah
Dahulu sekarang selama lamanya
Tiada berubah
FirmanMu Tuhan penolong hidupku
Kusiapkan hatiku Tuhan
Tuk dengar FirmanMu
RENUNGAN SINGKAT :
Yesaya. 11:7-8
Lembu dan beruang akan sama-sama makan rumput dan anaknya akan sama-sama berbaring, sedang singa akan makan jerami seperti lembu. Anak yang menyusu akan bermain-main dekat liang ular tedung dan anak yang cerai susu akan mengulurkan tangannya ke sarang ular beludak
Ayat ini diambil dari perikop dengan judul: "Rajai damai yang akan datang". Ayat ini melukiskan suatu keadaan damai yang luar biasa, keadaan yang tampaknya mustahil di dunia kita sekarang ini. Coba kita bayangkan seekor singa yang tidak berburu lagi, seekor beruang duduk tenang di padang bersama lembu, dan anak kecil bermain-main dengan ular berbisa tanpa rasa takut sedikitpun. Ini adalah gambaran yang hampir mustahil dalam kehidupan kita sekarang. Tetapi melalui nubuat ini, Tuhan memberikan gambaran dunia yang akan datang, sebuah dunia yang telah ditebus dan diperbaharui oleh kehadiranNya. Ini bukan hanya visi kedamaian lingkungan. Ini adalah visi rohani yang menyentuh kerinduan manusia, suatu dunia tanpa ketakutan, tanpa bahaya, tanpa kebencian, dan tanpa kekerasan. Dunia dimana damai jadi alam baru dari seluruh ciptaan.
Pasal ini berbicara tentang Tunas dari Isai, yaitu Mesias yang dijanjikan, yang kita kenal dalam Yesus Kristus. Dalam pemerintahanNya, keadilan dan damai akan menjadi kenyataan. Bahkan alam ciptaan yang liar dan tidak terkendali akan tunduk kepada kasih dan damai yang diberikanNya. Gambaran bayi bermain dengan ular tanpa dilukai, berbicara tentang akan tidak ada lagi bahaya. Dalam dunia kita hari ini, begitu banyak "ular" tedung dan beludak yaitu ancaman yang tersembunyi, konflik yang tidak terduga, bahaya yang menghantui masa depan kita. Tetapi janji Tuhan ialah ada waktunya dimana semua itu akan berakhir. Dunia akan disembuhkan, dan penuh dengan kedamaian.
Meskipun nubuat ini menunjukkan ke masa depan yang sempurna, kita dipanggil untuk mencicipi dan mencerminkan kerajaan itu mulai dari sekarang. Kita adalah Duta dari Kerajaan Damai. Damai seperti itu tidak datang dari kekuatan manusia, tetapi dari hati yang ditaklukkan oleh kasih Mesias. Ketika kita menyerahkan hidup kita kepadaNya, kita akan mulai melihat benih-benih dunia baru itu tumbuh di rumah kita, tumbuh di gereja kita, dan dimasyarakat kita. Di dalam Yesus Kristus, kita jadi pembawa damai dimanapun kita berada.
BERNYANYI
KJ 392 'Ku Berbahagia
'Ku berbahagia, yakin teguh:
Yesus abadi kepunyaanku!
Aku warisNya, 'ku ditebus,
ciptaan baru Rohul kudus.
Aku bernyanyi bahagia memuji Yesus selamanya.
Aku bernyanyi bahagia memuji Yesus selamanya.
DOA SYAFAAT : ------
MARENDE PAPUNGU PELEAN
BUKU ENDE 550
Tanganku na metmet hulehon ma tu Debata
Dainang i na loja i Sai urupanku nama i
Tanganki di Ho ma i
Tanganki di Ho ma i
Nang pathu na metmet hulehonma tu Debata
Marlojong au suruon ni dainang i na loja i
Nang pathi di Ho ma i
Nang pathi di Ho ma i
Pangabas na metmet hulehon Debata
Huapul ma dainang i, na jotjotan sai marsak i
Hatangki di Ho ma i
Hatangki di Ho ma i
Rohangku na metmet hulehon ma tu Debata
Ingani i, O Tuhanki, Pasahat au tu SurgoMi
Rohangki di Ho ma i
Rohangki di Ho ma i
DOA BAPA KAMI – BERKAT – AMEN 3X